[Review Buku] Rindu Yang Tergesa-gesa by @aksarannyta

Manusia suka sekali tergesa-gesa, termasuk juga perihal cinta, dan rindunya – Buku Rindu Yang Tergesa-gesa

Judul BukuRindu Yang Tergesa-gesa
Penulis@aksarannyta
PenerbitGagas Media
Tahun TerbitMaret 2017
Jumlah Halaman172
GenreProsa dan Cerita
Buku Rindu Yang Tergesa-gesa

Ceroboh.com – Pertama kali mendengar kata tergesa-gesa, yang terbesit dalam benak saya adalah sebuah ayat dalam Qur’an tentang ketergesaan manusia.

“… Dan manusia itu bersifat tergesa-gesa.”  [Al-isra’:11]

Memang manusia diciptakan memiliki sifat yang tergesa-gesa. Ingin cepat lulus, ingin cepat pulang, ingin cepat nikah, ingin cepat punya anak. Dan ingin cepat-cepat yang lainnya. Manusia suka sekali tergesa-gesa, termasuk juga perihal cinta, dan rindunya.

Kesan Membaca Buku Rindu Yang Tergesa-gesa

Membaca buku ini dari lembar satu ke lembar lain, membuat saya—hahahahaha—mengorek luka lama. Hampir keseluruhan tulisan yang ada di dalamnya sama persis seperti yang saya alami beberapa waktu lalu, ketika saya patah hati. Sebelum saya dipertemukan Allah dengannya.

Hati-hati, membaca buku ini bisa membuat ingatanmu beralih kepada seseorang yang-sekarang-entah-gimana-kabarnya. Memotivasimu menziarahi kenangan yang sudah terkubur tentangnya.

“Aku menyukaimu cara meninggalkanku. Diam-diam tak terdengar suara berkemas lalu melangkah jauh. Lebar cepat hingga aku tak mampu mengejar.” (Rindu yang Tergesa-gesa, Hal: 54)

Buat kutipan yang ini saya memiliki versi saya sendiri, dengan saya tambahi sedikit bumbu.

“Aku menyukaimu cara meninggalkanku. Diam-diam tak terdengar suara berkemas lalu melangkah jauh. Lebar dan cepat. Aku sebenarnya mampu mengejarmu, tetapi aku memilih untuk memerdekakanmu.”

Menurut saya, beberapa orang masih mampu ngejar. Meskipun ia yang dikejar larinya cepat, tapi sebentar-sebentar berhenti lagi, menengok kita yang telah mulai balik badan dan menjauh. Mau tidak mau, kita yang digeluti cinta, memaafkan kembali. Begitu terus perputarannya.

Bahasa Buku Rindu Yang Tergesa-gesa

Kalau dilihat dari segi bahasa, bukun ini termasuk kategori buku yantg memiliki bahasa yang jelas, ringan akan tetapi tetap terlihat elegan. Sederhana namun penuh makna.

Diksinya asyik, tidak terlalu berat, dan cara merangkainya begitu cerdas dan indah. Meskipun buku ini bisa dibaca pada segala suasana. Sedih, bahagia, biasa-biasa saja, galau akut.

Saran dari saya pribadi, kalau suasananya lagi galau jangan baca buku ini, nanti malah ada gerimis diatas kertas #eaaa. Mending baca Qur’an saja. Yang ada ayat tergesa-gesanya.Lah piye ini???

Yang penasaran dan ingin membaca buku pertamanya si @aksarannyta, bisa pergi ke toko buku mana saja, asal masih di Indonesia. Tak seperti judulnya, membeli buku ini harus tergesa-gesa. Hehehe…

Selamat membaca. Kalau membaca jangan tergesa-gesa. Nanti pahamnya juga tergesa-gesa.

BERI KOMENTAR