Cara Mengelola Keuangan Usaha Warung Rumahan

Agar usaha warung tidak merugi dan tercatat dengan rapih, yukpelajari beberapa cara mengelola keuangan usaha warung rumahan berikut ini.

Cara Mengelola Keuangan Usaha Warung Rumahan
ilustrasi freepik/freepik

CEROBOH – Membuka warung rumahan yang terhitung masih kecil merupakan sebuah usaha yang harus dikelola dengan baik. Sebab, selain karena modalnya biasanya kecil, warung rumahan ini tidak terkontrol dari segi keuangan.

Terutama sering tercampur dengan keuangan milik pribadi. Belum lagi, jika kamu memiliki anak kecil—mereka sering mengambil jajanan tanpa sepengetahuan.

Maka dari itu, pelu kemampuan mengelola keuangan yang ekstra, dan ini harus dipelajari. Tujuannya, adalah agar dagangan tidak rugi dan bisa berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Bagaimana sih cara mengelola keuangan warung kecil agat bisa untung dan bertahan lama?

Oke, berikut ini saya jelaskan 7 cara mengelola keuangan usaha warung rumahan dengan mudah agar tidak rugi:

1. Pisahkan Keuangan Pribadi

Ketika kamu memulai membuka usaha warung, maka hal pertama yang dilakukan dalam mengelola keuangan adalah: memisahkan uang pribadi dengan uang warung yang digunakan usaha.

Nah, kamu bisa membuat dompet khusus keuangan warung, jadi terpisah dengan dompet keuangan pribadi.

Melakukan pemisahan keuangan ini tujuannya adalah untuk mengontrol keuangan warung. Sehingga bisa terlihat kondisi keuangan warung dan keuntungan yang didapat.

Berbeda ketika kamu menyatukan keuangan pribadi dengan keuangan warung. Nantinya malah tidak terkontrol. Uang modal usaha bisa-bisa malah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Hal ini, bisa tekor. Dan menyebabkan warung bangkrut!

2. Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran

Langkah ke dua ini yang lumayan sulit. Mencatat semua transaksi pengeluaran dan pemasukan.

Namun, agar tidak sulit. Kamu bisa membuat pencatatan secara kasar saja. Misalnya melakukan perekapan keuangan per hari.

Jadi, ketika warung tutup—lakukanlah penghitungan. Berapa penghasilan di hari tersebut. Lalu catat!

Jangan lupa untuk mencatat juga pengeluaran. Misalnya pas hari ini kamu belanja, maka catat menghabiskan uang berapa untuk berbelanja.

Melakukan pencatatan merupakan cara yang efektif dalam mengelola keuangan sebuah bisnis. Sebab, kamu akan lebih rinci memiliki data terkait keuangan usaha tersebut.

Lihat juga: Perusahaan Startup Terbaik di Indonesia

3. Hindari Berhutang

Selanjutnya, cara mengelola keuangan usaha warung adalah dengan cara tidak berhutang. Nah, berhutang ini merupakan salah satu prilaku yang kurang baik. Terutama bagi kamu yang baru memulai usaha warung kecil-kecilan.

Mendingan berawal dari usaha kecil, asalkan tidak berhutang! Terutama ketika kamu sedang berbelanja kebutuhan warung. Biarpun modal sedikit, asal dibayar tunai. Jangan sesekali berhutang untuk membeli barang dagangan.

Berhutang bisa menjadi masalah di kemudian hari, bagi bisnis atau usaha kamu di kemudian hari.

4. Hindari Memberikan Hutang

Selain menghindari berhutang, kamu juga harus menghindari memberikan hutang. Namanya warung kecil-kecilan, maka tidak banyak. Jika dihutangkan, maka perputaran uang usaha bisa terhambat.

Tak jarang, banyak pedagang warung yang gagal karena memberikan hutang kepada pelanggannya. Nah, untuk menghindari hal itu usahakan kamu tidak memberikan hutang kepada pelanggan.

Bila perlu, tulis saja di depan warung milikmu “TIDAK MENERIMA BON!”

Dengan demikian, kamu akan lebih mudah dalam hal mengelola keuangan warung. Dan kamu bisa meminimalisir kerugian.

5. Sisihkan Keuntungan Untuk Pengembangan

Untuk pengembangan warung, usahakan kamu menyisihkan keuntungan. Dan hasil dari keuntungan ini bisa kamu belanjakan untuk melengkapi stok produk yang ada di warung.

Tentu, semakin beraneka ragam produk, maka akan semakin banyak pilihan pelanggan. Dan ini bisa menjadi cara mengelola keuangan usaha warung agar bisa terus berkembang.

Dengan terus melakukan pengembangan, dari usaha kecil-kecilan kamu bisa membuka warung yang lebih besar. Dan kedepannya sangat berpotensi menjadi agen.

6. Tidak Menimbun Dagangan

Poin selanjutnya yang harus kamu perhatikan ketika membuka warung rumahan adalah tidak menimbun dagangan. Nah, hal ini bisa kamu lakukan dengan berbelanja secukupnya. Jika habis, kamu bisa belanja lagi kan?

Daripada menimbun banyak dangangan, dan akhirnya tidak laku. Ini akan mubadzir dan bisa menyebabkan kerugian besar.

Selain itu, kamu bisa memvariasikan dagangan. Biarpun sedikit kuantitasnya, asalkan beragam. Sehingga pelanggan memiliki banyak pilihan. Ini juga bisa menjadi strategi berdagang usaha warung, lho.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Bisnis Online

7. Melakukan Evaluasi Bulanan

Yang tak kalah penting ketika mengelola keuangan warung adalah melakukan evaluasi. Minimal kamu harus melakukan evaluasi bulanan.

Evaluasi keuangan bisa kamu lakukan dengan cara melihat pemasukan dan pengeluaran. Apakah terdapat kerugian atau mengalami keuntungan.

Evaluasi juga dilakukan dengan mengontrol barang dagangn. Produk mana yang paling laku dan yang tidak laku. Sehingga kamu bisa mengurangi berbelanja dagangan yang kurang laku.

Pengontrolan ini penting! Jadi, kamu bisa mengetahui kesalahannya di mana. Nah, jika sudah mengetahui maka langsung saja lakukan perbaikan. Demikianlah pembahasan tentang 7 cara mengelola keuangan usaha warung rumahan dengan mudah agar tidak rugi.

Bagaimana, apakah bisa dipahami? Sekarang, kamu bisa memulainya dari poin pertama dulu. Yakni, memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan warung milikmu.

BERI KOMENTAR