Cara Riset Keyword: Panduan Mencari Kata Kunci Pencarian

Cara riset keyword yang saya jelaskan ini merupakan cara yang paling mudah dipraktikan. Penjelasannya saya bagi menjadi lima bagian.

Cara Riset Keyword: Panduan Mencari Kata Kunci Pencarian
ilustrasi freepik/@rawpixel-com

CEROBOH – Bagi pemula yang baru terjun ke dunia internet marketing mungkin bingung. Lalu bertanya-tanya kenapa sih harus melakukan riset keyword?

Kemudian sebagian lagi mungkin ada yang bertanya:

Apa yang dimaksud dengan riset keyword?

Oke, mari kita bahas pelan-pelan saja.

Mulain dari apa sih riset keyword itu?

Riset keyword adalah suatu kegiatan mencari kata kunci potensial yang sering diketik banyak orang di mesin pencari.

Intinya, kita mengumpulkan kata kunci yang potensial, yang banyak dicari orang. Itu sih.

Sampai di sini saya anggap kamu sudah memahami pengertian riset keyword. Selanjutnya, kenapa harus melakukan riset kata kunci? Dan kenapa harus mengumpulkan kata kunci?

Intinya, tujuan utamanya adalah agar konten yang dibuat banyak dilihat orang. Dan tepat sasaran! Sehingga bisa terjadi konversi, dari audience menjadi pelanggan.

Cara Riset Keyword: Panduan Mencari Kata Kunci Pencarian

Untuk lebih jelas, berikut ini saya sudah membuat panduan cara riset keywod dengan mudah dan tepat sasaran:

BAB 1: Menentukan Target Pencapaian

Langkah pertama yang paling penting dan fundamental adalah “menentukan target pencapaian”. Tahap ini tahap yang sering dilupakan oleh pelaku content marketing.

Banyak yang membuat konten dan website tanpa dilandasi tujuan yang jelas. Mereka asal membuat, dan asal posting konten.

Ketika sudah jauh melangkah, baru tersadar:

  • Kenapa ya website yang saya buat sepi pengunjungnya?
  • Kenapa sih nggak ada yang beli produk dari website saya?

Hm, jawaban pastinya adalah tidak menentukan target pencapaian.

Karena tidak menentukan target, sudah jelas mereka tidak melakukan riset keyword!

Nah, di sinilah pentingnya melakukan riset keywod saat awal—sebelum membangun sebuah website.

Untuk melakukan riset keyword, langkah pertamanya adalah membuat tujuan yang pasti.

Misal, tujuannya adalah mendapatkan penghasilan dari Google Adsense atau tujuannya adalah untuk menjual Sepatu wanita menggunakan website.

Saya langsung beri contoh:

Tujuan utama saya adalah “Menjual Sepatu Wanita”.

Maka goal utamanya adalah menjual sepatu wanita sebanyak-banyaknya, agar mendapatkan keuntungan.

Jika sudah tau tujuannya, pasti saya berfikir:

  • Konten apa yang tepat dan berkaitan dengan “sepatu wanita”?
  • Sudah pasti bukan konten tentang cara memasak, kan?

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka saya harus melakukan riset keyword.

BAB2: Memahami Jenis-Jenis Keyword

Sebelum memasuki pada bahasan cara riset keyword, kamu harus memahami dulu jenis-jenis keyword yang ada.

Mungkin pernah mendengar jenis-jenis keyword seperti: short tail keyword, long tail keyword atau keyword abadi dan keyword musiman.

Namun pada bahasan ini saya tidak akan menggunakan istialh-istilah tersebut. Saya akan menjelaskannya dengan lebih aplikatif. Agar mudah dipraktikan dan dipahami.

Dengan mengetahui jenis-jenis keyword, ini akan mempermudah ketika memproduksi konten yang akan di buat. Sehingga memiliki acuan yang tepat saat riset keyword.

Saya membagi jenis-jenis keyword menjadi tiga, yaitu:

  1. Keyword Primer
  2. Keyword Sekunder
  3. Keyword Tersier

#1 Keyword Primer

Keyword Primer adalah keyword utama yang akan dibidik. Keyword ini sifatnya menjual.  Dan bisa menciptakan transaksi terhadap goal yang ingin dicapai.

Kembali ke contoh sebelumnya: goal saya adalah “menjual sepatu wanita”

Maka keyword primer yang akan saya bidik adalah:

  • Jual sepatu wanita
  • Jual sepatu boots
  • Jual sepatu high heels

Itu contoh, ya. Kamu bisa menentukan keyword primer sesuai dengan goal yang ingin dicapai.

#2 Keyword Sekunder

Keyword Sekunder merupakan kata kunci yang bisa mendukung kata kunci primer. Sifatnya lebih interaktif.

Jadi keyword sekunder ini, nantinya bisa mengarahkan ke halaman keyword primer.

Pada contoh sebelumnya, maka saya akan membuat keyword sekunder seputar:

  • Model sepatu wanita yang ….
  • Jenis sepatu wanita yang ….
  • Sepatu high heels paling ….

Nah contoh keyword tersebut bisa kamu kembangkan. Kata yang saya garis bawahi merupakan kata penghubung.

Kata ini bisa dirubah sesuai kebutuhan dengan kata penghubung lainnya. Misal dirubah menggunakan:

  1. Dengan
  2. Di
  3. Yang
  4. Dan
  5. Pang
  6. Ter
  7. Dan kata penghubung lainnya

Sedangkan titik-titik bisa dirubah dengan kalimat pelengkap untuk dijadikan judul konten yang sempurna.

#3 Keyword Tersier

Keyword tersier merupakan keyword alternatif yang sifatnya informatif. Namun tetap, harus ada hubungannya dengan keyword primer dan sekunder.

Pada contoh yang saya buat, maka keyword tersiernya seperti:

  • Tips membeli sepatu …
  • Cara merawat sepatu …
  • Ciri-ciri sepatu …

Keyword tersier ini bisa mendukung keyword primer dan sekunder. Sebagian pelaku content marketing, kadang memproduksi keyword tersier lebih banyak dibanding yang lainnya.

Setelah kamu mengetahui jenis-jenis keyword, selanjutnya langsung saja di daftar mulai dari keyword primer, keyword sekunder dan keyword tersier tersebut.

Bisa menggunakan tabel seperti yang saya contohkan ini:

Cara Riset Keyword: Panduan Mencari Kata Kunci Pencarian
tabel master keyword

Nah tabel ini adalah acuan utama mencari keyword pendukung lainnya, sebut saja “master keyword”.

Kemu juga bisa menambahkan target penggunaan judul untuk diterapkan pada konten yang akan dipublikasikan.

BAB3: Langkah-langkah Riset Keyword

Selamat, tahap ke-dua sudah dilewati. Kamu sudah membuat rancangan keyword dengan memisahkan keyword primer, keyword sekunder dan keyword tersier.

Keyword-keyword tersebut merupakan “master keyword”.

Selanjutnya, adalah memperbanyak keyword-keyword turunan yang berkaitan dengan master keyword tersebut.

Oia, perlu disclaimer dulu:

Saya tidak akan menggunakan “Google Keyword Planer Tool” sebagaimana banyak orang yang menyarankannya.

Kenapa tidak menggunakan Google Keyword Planer?

  • Pertama, Keyword Planer fungsi utamanya adalah untuk pengiklan. Untuk yang akan memasang iklan di Google Adwords (Google Ads).
  • Kedua, saat ini Keyword Planer hanya bisa digunakan ketika kamu hendak memasang iklan. Jadi, bagi pemula yang belum punya akun Google Adword akan susah menggunakan fitur “Keyword Planer”.

Alasan lainnya adalah: Pada panduan ini, saya menjelaskan tidak hanya fokus pada jumlah travik saja. Namun, lebih menekankan pada pencapaian terhadap “tujuan pembuatan konten” alias goal yang sudah dibuat di awal.

Yakni, mendapatkan travik yang potensial. Yang bisa dikonversi menjadi pelanggan. Sehingga lebih bermanfaat untuk kepentingan bisnis.

Kembali ke topik =>

Ada 3 cara untuk mengembangkan keyword turunan yang related dengan master keyword.

Berikut ini 3 cara riset keyword yang paling mudah dilakukan dan efektif:

  1. Menggunakan Sugesti Penelusuran
  2. Menggunakan Penelusuran Terkait
  3. Menggunakan Keyword Tool

Berikut ini penjelasannya:

#1 Menggunakan Sugesti Penelusuran

Cara yang pertama adalah dengan memanfaatkan sugesti penelusuran Google. Kata kunci yang berada di sugesti penelusuran Google merupakan keyword yang potensial.

Dan ini sudah jelas, pasti banyak orang yang mengetik keyword tersebut. Volume pencariannya juga pasti tinggi.

Cara mendapatkannya seperti ini:

Buka google.com atau google.co.id

Masukan salah satu kata kunci yang sudah ada di master keyword. Pada contoh ini, saya menggunakan kata kunci “model sepatu wanita”.

Lihat gambar ini:

Cara Riset Keyword: Panduan Mencari Kata Kunci Pencarian

Nah, kata kunci yang tampil pada kotak merah merupakan sugesti penelusuran.

Kata kunci tersebut bisa dijadikan keyword turunan yang relevan dengan master keyword.

Catat semua keyword tersebut.

#2 Menggunakan Penelusuran Terkait

Cara riset keyword selanjutnya adalah dengan menggunakan penelusuran terkait. Fitur ini juga masih dari Google.

Penelusuran terkait merupakan keyword yang diketik banyak orang. Namun, keyword ini masih sedikit yang menyediakan kontennya.

Sehingga keyword dari penelusuran terkait merupakan keyword yang potensial. Dengan persaingan yang masih sedikit.

Langsung saja, cara mendapatkannya seperti ini:

Buka google.com atau google.co.id

Masukan kata kunci yang ada di master keyword. Masih seperti contoh sebelumnya, saya menggunakan kata kunci “model sepatu wanita”. Lalu tekan enter.

Langsung scrol ke bagian paling bawah.

Lihat gambar milik saya ini:

Cara Riset Keyword: Panduan Mencari Kata Kunci Pencarian

Nah, pada kotak merah yang sudah saya tandai adalah “penelusuran terkait” yang diketik banyak orang.

Sortir keyword yang agak mirip-mirip. Jika mirip, gunakan salah satunya saja.

#3 Menggunakan Keyword Tools

Cara ke tiga yang bisa kamu lakukan untuk mencari keyword yang relevan adalah dengan menggunakan Keyword Tools. Keyword Tool yang saya rekomendasikan adalah keywordtool.io

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

Buka https://keywordtool.io/

Cara Riset Keyword: Panduan Mencari Kata Kunci Pencarian

Masukan kata kunci yang ada pada master keyword. Seerti biasa, saya menggunakan contoh dengan keyword “model sepatu wanita”.

Hasilnya seperti ini:

Cara Riset Keyword: Panduan Mencari Kata Kunci Pencarian

Setelah tamping. Langsung pilih keyword yang paling berpotensi. Jangan lupa untuk mensortirnya, darikeyword yang mirip.

Saya sarankan untuk menggunakan 30 keyword teratas. Ini yang paling potensial, berdasarkan pengalaman.

Dengan menggunakan keyword tool, kamu akan mendapat keyword turunan yang lebih banyak. Sehingga konten yang hendak diproduksi akan lebih variatip.

BAB4: Mengorganisir Keyword

Selamat sekarang kamu sudah memiliki banyak keyword yang potensial. Langkah selanjutnya adalah eksekusi pembuatan konten atau artikel.

Namun perlu diketahui, agar keyword yang sudah dikumpulkan lebih tertata rapi, maka kita harus mengorganisirnya.

Kamu bisa menggunakan Ms. Excel atau aplikasi pengolah tabel lainnya untuk menyimpan keyword tersebut.

Contoh tabelnya bisa seperti ini:

Cara Riset Keyword: Panduan Mencari Kata Kunci Pencarian

Itu hanya contoh, bisa kamu modifikasi sesuai kebutuhan.

Tabel tersebut juga nantinya akan mempermudah tahap selanjutnya. Yaitu tahap evaluasi.

BAB5: Evaluasi Keyword Yang Dibidik

Sekarang kamu masuk ke tahap terakhir. Yaitu tahap evaluasi.

Evaluasi fungsinya adalah untuk mengontrol, kemajuan website. Caranya bisa dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

  • Apakah keyword yang digunakan sudah tepat sasaran?
  • Sudah sejauh mana konten yang diproduksi?
  • Keyword apa saja yang sudah di halaman satu?
  • Apakah sudah konsisten membuat konten sesuai keyword yang ada?

Semakin banyak pertanyaan, maka semakin banyak hasil evaluasinya.

Dengan mengevaluasi, tentu kamu akan tau dimana kesalahan yang harus diperbaiki.

Catat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Kemudian perbaiki semua kekurangannya.

Itulah panduan cara riset keyword dengan mudah. Sekarang, saatnya praktik dari BAB Pertama. 🙂

BERI KOMENTAR