7 Kesalahan Berjualan di Instagram dan Cara Memperbaikinya

Melakukan kesalahan berjualan di Instagram mengakibatkan produk tidak diminati. Hasilnya, tidak ada penjualan dan tidak ada keuntungan. Yuk Perbaiki!

Kesalahan Berjualan di Instagram dan Cara Memperbaikinya
ilustrasi dari freepik.com

CEROBOH – Di zaman 4.0 jualan online di sosial medaia rasanya sudah tidak asing lagi. Kita bisa memasarkan produk dengan menggnakan beraneka sosial media.

Nah, salah satunya adalah berjualan di Instagram.

Berjualan di Instagram sangatlah berpotensi. Sebab, Instagram merupakan sosial media yang banyak digunakan.  Terutama kaula muda.

Melihat potensi berjualan di Instagram, kamu bisa melihat data pengguna Instagram saat ini.

Mungkin sebagian diantara kamu sudah mencoba berjualan di Instagram. Namun hasilnya nihil, alias tidak laku.

Kenapa demikian? Kenapa bisa gagal saat berjualan di Instagram?

Mungkin, kamu sudah melakukan beberapa kesalahan. Melakukan kesalhan-kesalahan ini bisa menyebabkan produk yang di jual tidak dimitati. Hasilnya, daganyan sepi pelanggan.

Inilah beberapa kesalahan berjualan di Instagram yang sering diulangi oleh pemula:

1. Tidak Menggunakan Akun Bisnis

Menggunakan akun bisnis sangatlah penting. Sebab, akun bisnis banyak memiliki fitur pendukung yang bisa menunjang proses berjualan.

Selain itu, akun bisnis Instagram jangkauannya bisa lebih luas. Jika dibanding dengan akun pribadi, atau akun biasa yang sering digunakan.

Sehingga dengan menggunakan akun Bisnis, kamu bisa memperluas jangkauan pasar. Hasilnya, bisa meningkatkan penjualan.

Maka dari itu, hindari berdagang menggunakan akun pribadi. Maka, pisahkanlah antara akun pribadi dengan akun jualan.

2. Spaming di Akun Selebgram

Kesalahan berjualan di Instagram berikutnya adalah melakukan spaming di akun selebgram atau artis terkenal. Spaming ini biasanya dengan memasarkan produk di komentar-komentar akun tersebut.

Dengan melakukan spaming pada akun selebgram, produk yang kita jual jadi tidak bereputasi. Sehingga dianggap produk kaleng-kaleng oleh yang lihat.

Selain itu, spaming bisa berbahaya terhadap keamanan akun kamu. Bila ada yang melaporkan, akun Instagram bisa di banned oleh pihak Instagram.

3. Membeli Followers

Membeli Follower juga merupakan cara yang yang tidak efektif untuk berjualan di Instagram. Memang sih, followers kita terlihat banyak. Tapi ini tidak berpengaruh banyak terhadap penjualan.

Followers hasil membeli biasanya tidak tertarget. Tidak organik. Sehingga mereka tidak interes terhadap produk yang kita tawarkan.

Selain itu, ada beberapa jasa followers yang memberikan akun robot. Artinya, akun tersebut bukan akun real human. Melainkan akun abal-abal yang dibuat secara masal.

Jadi nggak usah harap banyak deh, mengkonfersi penjualan dengan menggunakan jasa Follower. Kalo punya dana, ada baiknya memasang iklan di Instagram Ads saja.

Baca juga: Cara Memperbanyak Followers Instagram

4. Menggunakan Hastag yang Tidak Relevan

Penggunaan hastag juga harus relevan. Penggunaan hastag yang tidak relevan bisa dikatakan spam.

Misal, kamu berjualan handphone, kemudian menggunakan hastag #hijab. Inikan, jaka sembung bawa golok. Alias nggak nyambung banget.

Selain tidak relevan dengan pasar yang ditargetkan. Penggunaan hastag yang tidak relevan bisa dikatakan spaming.

Nah, hal ini biasanya ditak disukai oleh calon customer. Sehingga, alih-alih promosi menggunakan hastag. Produkmu sama sekali tidak dilirik sedikitpun.

Jadi usahakan gunakan hastag yang relevan ya.

5. Tidak Mencantumkan Harga

Kesalahan berjualan di Instagram yang sering dilakukan berikutnya adalah, tidak mencantumkan hagra produk. Meski terdengar sepele, hal ini sebenarnya sangat penting bagi menarik minat customer.

Dengan mencantumkan harga, customer tidak perlu ribet-ribet lagi menanyakan harga melalui inbox. Mereka bisa lebih efektif dengan melihat harga di kolom deskripsi. Atau pada gambar yang di posting.

Dengan begitu, calon customer bisa membandingkan dan mempertimbangkan membeli produkmu itu.

Simpel sih, tapi sangat berdampak. Coba mulai sekarang, cantumkan harga dari produkmu itu. Supaya customer tidak kebingungan lagi.

6. Menjual Produk yang Berbeda Jenis

Misal, di postingan dua hari lalu kamu menjual laptop. Hari ini kamu menjual hijab. Terus, besoknya kamu menjual parfum.

Nah, itu adalah contoh kesalahan berjualan di Instagram yang sering dilakukan. Yaitu berjualan banyak jenis produk pada satu akun.

Hal ini bisa membuat customer bingung, dan bertanya-tanya. “Sebenarnya ini toko apa sih?”.

Walhasil, calon customer jadi tidak percaya, dan enggan membeli produk yang kamu pasarkan.

Makanya, usahakan menjual satu jenis saja pada satu akun Bisnis. Kalo jual hijab, bisa dilengkapi dengan produk yang sejenis, misal disertai dengan menjual gamis. Hijab dan gamis meski berbeda, tapi produk ini masih satu jenis.

Nah gitu!

7. Tidak Posting Secara Berkala

Coba koreksi lagi, apakah postingamu sudah rutin dan berkala? Jika belum, mungkin inilah penyebab gagalnya berjualan di Instagram.

Update postingan sangatlah penting. Kamu harus update postingan secara berkala. Fungsinya untuk menaikan minat customer. Selain itu untuk meningkatkan interaksi, dan memperluas pasar.

Tapi ingat ya, posting secara rutin dan berkala. Bukan spam postingan!

Berkala artinya teratur. Misalnya posting 3x dalam sehari. Dilakukan pada pagi, siang dan malam hari. Nah ini baru namanya berkala.

Coba deh rutin updae secara berkala. Dan rasakan perubahannya.

Selamat mencoba!

Itulah enam poin kesalahan berjualan di Instagram yang sering dilakukan. Pastikan kamu tidak mengulanginya lagi ya. Mulai sekarang jualannya harus sedikit menggunakan strategi. Kamu bisa belajar tentang:

Panduan Instagram Marketing

BERI KOMENTAR