7 Kesalahan Menulis Buku Yang Sering Dilakukan Pemula

Ada beberapa kesalahan menulis buku yang sering dilakukan oleh para pemula, Apa saja? Simak baik-baik penjelasan berikut ini!

Kesalahan Menulis Buku Yang Sering Dilakukan Pemula
ilustrasi freepik @freepik

CEROBOH – Apakah kamu adalah salah satu penulis pemula yang ingin menulis sebuah buku? Sebagai seorang pemula, tentu saja kamu kadang kebingungan ketika ingin menulis sebuah buku. Baik itu buku novel, buku prosa, kumpulan cerpen atau bahkan buku non-fiksi lain.

Beberapa hal yang seringkali disepelekan oleh penulis adalah mengenai kesalahan pengetikan, tanda baca, pengulangan kata berkali-kali dalam satu paragraph hingga bahkan besar kecilnya huruf.

Alhasil, ketika dikirimkan ke penerbit, naskahnya ditolak mentah-mentah. Meski isinya bisa dibilang bagus, namun penulisannya yang nggak enak buat dibaca karena banyak kesalahan penulisannya—tidak tepat dan tidak pas.

Hal ini juga akan berdampak ketika naskahmu diterima di penerbit, namun juga tak dinotice oleh sang editor. Sudah terlanjur dicetak hingga ribuan eksemplar, eh malah ada yang salah. Kan malah membuat malu. Padahal untuk menulis buku, perlu ada hal-hal yang menjadi perhatian—yang seringnya diabaikan oleh para penulis terutama penulis pemula.

Apa saja sih kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para penulis ketika ingin menulis buku?

Simak beberapa kesalahan menulis buku yang seringkali dilakukan oleh para penulis terutama penulis pemula:

Tidak Membuat Target Menulis

Kesalahan pertama yang seringkali dilakukan oleh para penulis, yang mengakibatkan bukunya nggak jadi-jadi adalah tidak adanya target dalam proses menulis. Padahal satu-satunya cara agar tulisanmu selesai adalah dengan membuat target menulis.

Misalnya saja, dalam seminggu kamu harus menyelesaikan satu cerpen. Atau sehari menyempatkan menulis satu jam. Tidak peduli akan mendapatkan satu halaman, dua halaman, bahkan satu paragraf atau satu kalimat saja.

Kalau tak ada target, tentunya kamu hanya akan berleha-leha seperti tanpa punya tujuan yang jelas. Coba ingat-ingat lagi, tujuan menulismu itu sebenarnya untuk apa? Buat siapa? Pasang target menulismu di papan ruangan penulisanmu. Biar jadi pengingat atau alarm.

Baca juga : Cara Menerbitkan Buku di Erlangga

Jarang Membaca Buku

Kesalahan para penulis selanjutnya adalah mereka jarang membaca buku bahkan bermalas-malasan. Pernah mengalami writers block nggak sih? Nah, beberapa penulis kadang mengalami writers block. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi writers block adalah mungkin dengan membaca buku-buku.

Siapa tahu dengan membaca buku kamu akan mendapatkan ide baru. Jadi, tulisanmu nggak gitu-gitu doang. Jadi, perbanyaklah membaca. Membaca buku apa saja. Yang terpenting adalah kamu membaca buku. Lebih-lebih memilih buku yang berkualitas, agar hasil tulisanmu juga berkualitas.

Kurangnya Jam Terbangn Menulis

Hal selanjutnya kesalahan menulis buku bagi calon penulis adalah kurangnya jam terbang menulisnya. Mereka ingin cepat selesai, ingin mendapatkan hasil yang bagus padahal jam terbangnya baru sedikit.

Tahukah kamu bahwa seorang penulis untuk menghasilkan karya yang mendunia perlu waktu yang lama dalam proses penulisannya? Mereka kerap mencari ide, riset hingga cara menumpahkannya, butuh waktu yang sangat panjang.

Coba perhatikan contoh-contoh nyatanya deh. Pramoedya dalam bukunya Bumi Manusia. Dee Lestari dalam serial Supernovanya, JK Rowling yang menulis Harry Potternya. Dan masih banyak lagi.

Judul Buku Yang Tidak Menarik Dan Datar

Tahu nggak sih, selain cover buku yang menarik dan memesona, kamu juga perlu memerhatikan judul bukumu? Jika ada ungkapan judge the book by its cover, maka ada lagi ungkapan lain yang hampir mirip. Judge the book by its title.

Risetlah judul buku yang ingin kamu rencanakan. Pilah-pilah sedemikian rupa. Sebab, judul buku juga mewakili keeleganan sebuah buku. Jika judul bukumu menarik—lebih-lebih unik, tentunya akan mudah diingat oleh para pembaca, bukan?

Tidak Membuat Outline Buku

Nah, ini juga hal penting yang juga harus menjadi perhatian tersendiri buat para penulis. Kalau ingin menulis buku, ya bikin outline bukunya. Hal ini selain untuk memudahkan para penulis dalam menulis, tentunya akan terhindar dari menulis yang menjalar ke mana-mana.

Konseplah bukumu sekreatif mungkin. Buat bab-babnya dengan judul yang menarik. Lalu cari judul tulisan dengan judul yang bikin para pembaca tak tahan untuk membacanya.

Sasaran Pembaca Tidak Jelas

Kesalahan menulis buku berikutnya, terutama para penulis yang baru memulai karier menulisnya adalah sasaran pembaca tidak jelas, alias nggak nentuin siapa sih sasaran pembacanya?

Ada baiknya sasaran pembaca ditentukan sejak awal menulis. Agar selanjutnya kamu bisa menentukan gaya bahasa yang ingin kamu gunakan nanti.

Semisal jika target pembacanya adalah kaum muda milenial, ada baiknya gunakan bahasa yang lebih santai. Jika anak-anak, ya gaya bahasanya bahasa anak. Intinya kurang lebih seperti itu.

Lihat juga: Tempat Asyik Menulis Buku

Tidak Mempelajari PUEBI Yang Benar

Seperti yang sudah disinggung sedikit di pembukaan. Beberapa penerbit kadang-kadang malas untuk menerima sebuah naskah jika typo dan PUEBI-nya saja sudah tak sesuai.

Editornya akan kesulitan untuk menyunting naskahmu. Yah, meski naskahmu bagus. Tapi kalau penulisanmu banyak yang salah, biasanya para penerbit sudah malas menerima.

Ada baiknya kamu mempelajari PUEBI yang benar ketika menulis. Supaya memahami penulisan yang benar yang bagaimana. Dan tentunya akan membuat para penerbit menghargai tulisanmu.

Demikian beberapa kesalahan menulis buku yang seringkali disepelekan oleh penulis. Terutama penulis pemula. Sebenarnya menulis itu mudah, kok. Asal konsisten dan tak berhenti menulis setiap hari, menambah jam terbang. Semangat menulis, ya!

BERI KOMENTAR