11 Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri, Waspada!

Kesalahan StartUp yang sering terjadi ketika awal merintis banyak sekali faktornya, sehingga baru merintis sudah gagal dan kalah dengan pesaing.

11 Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri, Waspada!
ilustrasi freepik / @stories

CEROBOH – Sekarang sedang marak bisnis StartUp dimana-mana. Banyak perusahaan yang sukses dan mendapatkan keuntungan yang tidak kepalang.

Namun, sebenarnya banyak juga perusahaan StartUp yang baru merintis kemudian lenyap dimangsa pesaingnya.

Hukum alam memang, ada yang tumbuh dan ada yang tumbang. Terus, apa sih yang menjadikan perusahaan StartUp gagal?

Kesalahan apa saja yang sering dilakukan StartUp ketika baru merintis usahanya?

Inilah 11 kesalahan StartUp yang baru merintis kemudian langsung bangkrut begitu saja:

1. Tidak Memiliki Visi Misi

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri
Foto @cozyramblings

Langkah pertama yang harus diperhatikan StartUp adalah visi dan misi perusahaan tersebut. Visi atau tujuan merupakan pondasi awal membangun bisnis.

Banyak StartUp yang gagal karena tidak memiliki visi, tidak memiliki tujuan yang pasti.

Biasanya, StartUp yang gagal ini terlalu mengutamakan ide yang katanya brilian. Padahal, visinya nol besar. Sehingga projek yang digarap menjadi tidak jelas.

Target pasar tidak nentu dan akhirnya perusahaan StartUp ini tumbang, kalah dengan pesaingnya yang lebih kokoh.

2. Tidak Fokus Pada Satu Bidang

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri

Baru merintis sudah mengerjakan banyak bidang, tidak fokus! Kesalahan StartUp tersebut sering dilakukan. Biasanya perusahaan StartUp yang seperti ini akan mudah gagal. Sebab, tidak memiliki fokus yang dikerjakan.

Untuk StartUp yang baru berdiri, sangat disarankan fokus dulu pada satu bidang. Jika bidang yang difokuskan ini sudah berhasil, dan sudah dikenal konsumen.

Lalu, langkah selanjutnya adalah mengembangkan projek baru, dengan inovasi-ibovasi produk lainnya.

3. Tidak Melakukan Riset Pasar

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri

Nah, yang diperlukan di awal saat membangun Srartup, adalah riset pasar. Banyak perusahaan StartUp yang gagal karena tidak melakukan riset pasar.

Biasanya, mereka asal membuat satu produk, sedangkan peminat produk tersebut tidak ada. Hasilnya, perusahaan ini tidak memiliki konsumen. Dan hanya akan menghambur-hamburkan uang saja.

Maka dari itu, jika hendak mendirikan StartUp, cari tahu dulu peluang pasarnya. Lakukan riset pasar untuk mendapatkan hasil yang akurat. Bila perlu, menggunakan jasa konsultan bisnis.

4. Tidak Mendengar Permintaan Pasar

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri
Foto @cozyramblings

Jika kamu sudah memiliki pasar yang jelas, selanjutnya harus mendengarkan permintaan dari pasar tersebut.

Konsumen selalu ingin produk yang digunakannya semakin berkembang. Semakin memudahkan penggunanya.

Di sini, banyak perusahaan StartUp yang gagal karena tidak mau mendengarkan permintaan pasar.

Hasilnya, konsumen kecewa kemudian mendinggalkan produk tersebut dan beralih ke produk lainnya.

5. Terlalu Fokus Menyenangkan Investor

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri

Perusahaan StartUp biasanya di dukung oleh investor. Investor ini yang mendanai sebagian besar berlangsungnya perusahaan StartUp tersebut. Tak aneh,ide-ide juga kadang muncul dari investor.

Investor tetntu memiliki keinginan, sebab mereka memiliki andil besar. Namun, karena demikian, banyak perusahaan StartUp yang bangkrut karena terlalu menuruti investor.

Dengan niat membahagiakan investor, hasilnya malah gagal total. Yang perlu digaris bawahi adalah, selain investor StartUp juga harus menyenangkan konsumennya, selaku penggunanya.

Sumber-sumber penghasilan tentu dari konsumen, maka dari itu lebih pekalah terhadap konsumen. Dan tidak perlu sepenuhnya menuruti investor, jika permintaannya tidak masuk akal.

Konsumen senang, usaha lancar. Catat baik-baik ya!

6. Tidak Mau Kolaborasi

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri

Kesalahan StartUp berikutnya dalah tidak mau berkolaborasi dengan StartUp lainnya. Karena terlalu egois takut tersaingi, Alih-alih demikian malah merugikan perusahaan sendiri.

Kolaborasi ini penting, selain untuk menambah jaringan, juga dapat menambah pengalaman dan jam terbang.

Cobalah berkolaborasi dengan StartUp lain untuk mengerjakan satu projek. Namun tetap, harus dengan peraturan atau kontrak yang jelas.

7. Mempekerjakan Orang yang Salah

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri

Faktor penting dalam membangun StartUp berikutnya adalah mempekerjakan orang yang tepat. Yang sesuai dengan keahliannya. Sebab, banyak StartUp yang gagal karena mempekerjakan orang yang salah.

Mempekerjakan ahli merupakan investasi dalam membentuk tim. Kualitas tim yang baik sangat diperlukan untuk menunjang beragam pekerjaan.

Dengan tim yang baik, solid dan berkualitas perusahaan StartUp akan semakin kokoh dalam berkarya.

8. Tidak Memiliki Strategi Marketing

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri
Foto @cozyramblings

Tidak memiliki strategi marketing merupakan kesalahan StartUp yang sering terjadi. Akibatnya perusahaan StartUp yang baru dirintis itu gagal dalam waktu yang cepat.

Perlu diketahui, strategi marketing sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan pasar. Semakin luas pasar, maka emakin banyak konsumen yang berminat.

Jika sudah banyak konsumen, maka dapat dengan mudah meraup keuntungan. Maka dari itu, segera rencanakan strategi marketing yang mantap. Bila perlu, gunakan konsultan marketing untuk menunjang perusahaan StartUp ini.

Baca juga: Strategi Digital Marketing

9. Materi Promosi Asal-Asalan

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri
Foto @cozyramblings

Materi promosi yang asal-asalan akan berdampak buruk terhadap minat konsumen. Melihatnya saja tidak mau, apalagi menggunakan produknya.

Nah, karena kesalahan materi promosi ini, StartUp gagal mendapatkan konsumennya. Hasilnya, jadi bangkrup.

Selain strategi marketing yang baik, materi promosi juga harus diminati banyak kalangan. Enak dilihat, dan tidak membosankan.

Tujuannya untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya dengan materi promosi ini.

Pelajari : Cara Membuat Strategi Content Marketing

10. Teknik Launching yang Salah

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri

Sebgaus apapun sebuah produk, jika teknik launchingnya salah, ini bisa menyebabkan kekagalan pada prusahaan StartUp.

Jangan ragu untuk mengeluarkan budget untuk biaya launching produk. Biaya yang digunakan untuk launching bukanlah dana yang dihambur-hamburkan begitu saja.

Biaya launching ini merupakan investasi awal untuk mendapatkan konsumen ketika pertama merintis.

Pastikan launching dengan meriah, sehingga produkmu dapat dikenal oleh konsumen. Selain dikenal, usahakan juga bisa dikenang konsumen.

11. Kurang Modal di Awal

Kesalahan StartUp Ketika Awal Berdiri

Ah iya, kurang modal juga bisa menyebabkan kegagalan ketika mendirikan StartUp. Modal mendirikan StartUp memang kadang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, diperlukan bantuan dari pihak investor.

Kekurangan modal, bisa mengakibatkan kegiatan StartUp terhambat. Sehingga produk yang akan diciptakan jadi setengah-setengah. Namun, dengan modal yang mumpuni ini bisa menjadi keuntungan tersendiri.

Tapi, tidak menutup kemungkinan juga, dana yang besar jika tidak dikelola dengan baik hasilnya akan nihil. Akan gagal juga.

Itulah beberapa kesalahan startup yang sering terjadi ketika merintis perusahaan. Ketika kamu dan teman-temanmu akan merintis StartUp maka perhatikan poin penting yang sudah dibahas tadi. Pastikan itu menjadi bahan diskusi bersama tim yang kamu bentuk.

BERI KOMENTAR