8 Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat

Rugi banget kalo nggak mencicipi makanan khas Wonosobo, coba nikmati salah satunya biar perjalanan wisata ke Wonosobo lebih berkesan.

8 Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat

CEROBOH – Wonosobo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Jika kamu pernah mendengar wisata Dieng, kamu pasti sudah tak asing lagi dengan Kabupaten Wonosobo.

Jika sekarang atau suatu saat kamu berkunjung ke pegunungan Dieng, mungkin kamu perlu mencicipi beberapa makanan khas yang ada di Wonosobo.

Kamu juga bisa membawa makanan khas Wonosobo sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Selain lezat, makanan khas yang ada di Wonosobo tentu saja terjangkau.

Kuliner khas Wonosobo apa saja yang bisa memanjakan lidah?

Berikut ini 8 makanan khas Wonosobo yang paling populer dan wajib kamu cicipi:

1. Kacang Dieng Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat
Foto @yuasafood

Makanan khas Wonosobo pertama yang mungkin bisa kamu cicipi adalah kacang dieng. Orang-orang sering menjulukinya dengan sebutan kacang babi.

Ukurannya yang lebar membuat bentuk kacang dieng menjadi terlihat unik. Apalagi ditambah warnanya yang hitam dengan ukuran yang lebih besar daripada kacang biasanya. Semakin terlihat unik tentunya.

Kacang dieng diolah dengan cara digoreng kemudian ditaburi bumbu-bumbu khas buatan asli Dieng sendiri. Dan kacangnya juga tak bisa ditemui di manapun dan cuma bisa ditemui di Dieng.

Biasanya para wisatawan yang berkunjung ke Dieng tak melewatkan camilan gurih kacang dieng ini.

Baik dimakan ketika perjalanan pulang atau dibawa pulang untuk keluarga di rumah. Jangan tanya masalah gizinya. Selain lezat dan gurih, gizinya tak kalah dengan camilan kacang-kacangan lain. Buruan beli kacang dieng!

Baca juga: Makanan Khas Lasem

2. Carica Makanan Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat
Foto @lianna.lim

Seperti namanya, makanan khas Wonosobo satu ini terbuat dari buah bernama carica. Daging dari buah carica biasanya terasa asam dengan bijinya yang bercampur dengan manis-manis asam pula. Bentuknya mirip seperti pepaya namun lebih kecil dari pepaya itu sendiri.

Buah carica memang sejak dulu sudah dibudidayakan oleh para warga pegunungan Dieng sendiri. Makanya tak salah jika para wisawatan yang berkunjung di Dieng.

Selain mencari kacang Dieng, mereka juga berburu carica sebagai buah tangan untuk kerabat di rumah. Carica biasa diolah oleh warga Dieng dalam bentuk manisan carica ataupun keripik carica.

Biasanya, para penjual carica mematok harga carica sebesar Rp. 4000,- perbuah. Jika ingin kemasan dalam bentuk kotak, harga carica biasa dipatok dengan harga Rp. 30.000,- Mudah kok menemukan penjual carica.

Cari saja di toko-toko pinggir jalan di beberapa jalan Wonosobo. Kamu akan menemukan banyak sekali penjual carica dan tinggal pilih saja.

3. Keripik Jamur Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat
Foto @camilan.tradisional

Makanan khas Wonosobo selanjutnya yang mungkin bisa kamu bawa oleh-oleh untuk pulang adalah keripik jamur. Selain mengolah carica yang menjadi budidaya warga Dieng, mereka juga melakukan budidaya jamur.

Ada beberapa olahan jamur yang diolah basah ada juga yang diolah kering. Nah, keripik jamur ini termasuk olahan jamur dalam bentuk kering.

Jangan tanya gizinya. Kandungan protein keripik jamur Wonosobo ini ternyata jauh lebih tinggi daripada gandum loh.

Apalagi karena kandungan asam amino, jamur Wonosobo menurut beberapa orang bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Kamu bisa membawa makanan khas keripik jamur ini untuk keluarga di rumah, atau mungkin tetangga atau temanmu. Harganyapun masih terjangkau, kok.

4. Mie Ongklok Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat
Foto @abbay999

Setelah kamu berkunjung ke Pegunungan Dieng dengan dinginnya yang menyengat tubuh, kamu bisa mencoba menghangatkan tubuh dengan mencicipi makanan khas Wonosobo berupa mie ongklok.

Tentu saja mie satu ini adalah mie yang paling tinggi presentasenya dicari oleh para wisatawan yang berkunjung ke Dieng.

Bahan yang biasa untuk membuat mie ongklok adalah mie (tentu saja), lalu kubis dan kucai. Kemudian setelah semua bahan ini direbus, mie dicampur dengan kuah kacang berkaji yang kentalnya benar-benar menggugah selera.

Kuah kacang ini dibuat dari gula jawa, bumbu rempah khas Wonosobo dan ebi.

5. Tempe Kemul Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat
Foto @alifah_nuur

Kemul berapa dari Bahasa Jawa yang berarti selimut. Tempe kemul artinya tempe yang diselumiti—tepatnya diselimuti tepung.

Tak jauh berbeda dengan mendoan Purwokerto, tempe kemul diolah dengan cara tempe diiris tipis seperti biasa kemudian dilapisi dengan tepung yang sudah dibumbui bumbu tertentu.

Biasanya diberi kucai, tepung gandum, tepung beras dan bumbu kunyit serta garam secukupnya. Setelah tempenya dicelupkan, baru deh digoreng di atas minyak panas.

Kamu bisa menemukannya di warung pinggir jalan dengan harga gopek saja perbiji. Murah, kan?

Lainnya: Makanan Khas Pati

6. Geblek Makanan Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat
Foto @aan.abdurrahman

Makanan geblek berbahan dasar tepung pati dan daun kucai yang kemudian digoreng  hingga mengembang. Meskipun jika digigit sedikit terasa alot, tapi rasa gurih dan lezatnya tak kalah loh.

Biasanya geblek bisa ditemukan di pedagang-pedagang gorengan yang ada di pinggir jalan.

Buat kamu yang mencari makanan khas Wonosobo yang murah meriah dengan budget rendah, kamu bisa sekali membeli geblek. Kamu bisa memakan geblek di tempat atau dibawa pulang.

Sebab, kini geblek selain dijual matang juga dijual dalam bentuk mentah dan bisa dijadikan oleh-oleh untuk kerabat di rumah.

7. Nasi Megono Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat
Foto @daunsalamcatering

Orang-orang yang pernah mencicipi nasi megono, mereka juga biasa menyebutnya dengan istilah nasi reget. Dalam Bahasa Jawa, reget berarti kotor. Nasi reget ya berarti nasi kotor.

Maksudnya, tak seperti sajian nasi lain yang berusaha dibuat cantik, justru nasi megono tampilannya kotor.

Nasi megono biasanya diberi irisan sayuran yang kemudian diberi lauk berupa ikan teri kecil-kecil. Dulu, orang Wonosobo sering membawa nasi megono untuk perbekalan ke sawah bagi kaum petani. Tapi seiring perkembangan zaman, justru dijadikan makanan khas Wonosobo.

Soal harga, nasi megono juaranya murah. Hanya dipatok sekitar Rp.3000,- perporsinya. Kamu bisa menikmati nasi megono dalam suasana dinginnya Pegunungan Dieng. Gimana, mau coba?

Artikel lain: Makanan Khas Tegal

8. Dendeng Gepuk Khas Wonosobo

Makanan Khas Wonosobo Terpopuler dan Lezat
Foto @gepuksinyonyah

Dendeng gepuk khas Wonosobo terbuat dari bahan dasar daging sapi. Biasanya dendeng gepuk biasa ditemukan pusat oleh-oleh Wonosobo dalam versi kering dan telah dikemas.

Dendeng gepuk biasanya disantap dengan ditemani sambal bajak dan nasi hangat. Jika tak ingin makan nasi, bisa juga dijadikan kudapan loh.

Rasanya yang manis dicampur dengan manis akan membuat lidahmu bergoyang. Jika kamu ke Wonosobo pastikan kamu membeli dendeng gepuk, ya!

Itulah beberapa makanan khas Wonosobo yang mungkin bisa kamu cicipi ketika kamu berkunjung ke Pegunungan Dieng. Selamat berlibur, ya!

BERI KOMENTAR