7 Cara Memilih Karyawan Secara Efektif dan Selektif

Memilih karyawan secara efektif tentu ada teknik-tekniknya tersendiri. Tujuannya agar perusahaan mendapatkan karyawan berkualitas.

Cara Memilih Karyawan Secara Efektif
foto dari elements.envato/LightFieldStudios

CEROBOH.COM – Setiap perusahaan, baik itu perusahaan berskala besar atau berskala kecil akan sukses jika bisa melakukan dengan tepat dan cermat atas beberapa hal. Salah satunya dalah memilih karyawan. Perusahaan akan semakin maju jika karyawan yang bekerja adalah karyawan yang berkualitas dan tentu karyawan yang cekatan serta rajin.

Apalagi perusahaan tanpa karyawan bagaikan sepeda yang tidak ada rodanya. Tidak berputar. Suatu bisnis akan berputar jika ada keryawan yang bekerja di perusahaan. Dengan catatan karyawannya adalah karyawan produktif dan aktif. Jika satu karyawan saja yang menghambat perputaran kinerja perusahaan, tentu karyawan tersebut harus segera disingkirkan.

Dan setelah itu sesegera mungkin mencari karyawan baru yang lebih aktif, efektif dan produktif. Nah, supaya tidak terjadi hal-hal seperti salah memilih karyawan, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum kita mencari karyawan baru.

Lalu, bagaimana cara memilih karyawan yang baik agar efektif?

Berikut ini adalah beberapa cara memilih karayawan secara efektif yang bisa kamu lakukan, coba simak dengan cermat:

1. Lihatlah Cara Mengirim E-mail

Hal pertama yang perlu diperhatikan agar sebuah perusahaan efektif untuk memilih karyawan adalah dengan melihat cara mereka mengirim surat lamaran kerjanya melalui e-mail. Sebab, hal ini bisa menjadi salah satu patokan seseorang dalam bekerja.

Misalnya Subject atau judul email ditulis dengan tepat. Kemudian di badan email tulislah sapaan dan penyampaian maksud serta pengalaman yang pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya,

“Assalamualaikum, Pak. Saya Awkarin dari Jakarta. Sebelum melamar di perusahaan ini, saya pernah bekerja di PT Arisan Panci dengan posisi Sales. Saya bermaksud melamar di perusahaan ini sebagai Manager. Untuk lebih detail, ada CV terlampir.

Terima kasih, Pak.

Wassalamualaikum Wr. Wb.”

Di zaman yang canggih ini, banyak yang bisa mengirim email. Namun, belum banyak yang bisa mengirim email dengan baik.

2. Lihat CV atau Resume

Cara memilih karyawan secara efektif selanjutnya adalah dengan mengecek informasi lebih lanjut melalui Curriculum Vitae. Nah, biasanya di dalam CV ini tertera informasi seperti domisili, status, tingkat pendidikan hingga pengalaman kerja.

Tapi ingat, ya. Kadang-kadang CV itu tidak sepenuhnya akurat. Jadi, perlu dilakukan penyaringan selanjutnya seperti wawancara.

Baca juga : Cara Membuat Website yang Menghasilkan Uang

3. Lakukan Wawancara

Setelah melakukan pemilihan karyawan dengan melihat dan menyaring CV, selanjutnya kamu bisa melakukan tahap wawancara. Agar wawancara bisa dilakukan dengan efektif dan efisien, sebaiknya lakukan wawancara secara terstruktur. Gunakan panduan yang jelas.

Setelah semua wawancara telah dilakukan, lakukan analisa. Apakah calon karyawan tersebut pantas untuk bekerja di perusahaan tersebut atau tidak. Dan perlu dicatat, ya. Seperti CV, wawancara pun belum bisa menjadi penentu karyawan itu baik atau tidak. Perlu dilakukan hal-hal lain lagi.

4. Uji Kompetensi dan Psikotes

Setelah melakukan wawancara, cara memilih karyawan secara efektif selanjutnya adalah dengan melakukan uji kompetensi dan uji psikotes. Ujian kompetensi berguna untuk mengukur kemampuan calon karyawan. Di antaranya uji programming, computer, akuntansi dan masih banyak lagi.

Sedangkan uji psikotes berguna untuk menguji karyawan yang belum memiliki pengalaman kerja. Uji ini meliputi ujian dengan alat-alat tes seperti DISC, Tiki, Pauli dan masih banyak lagi.

5. Ujian Fisik dan Kesehatan

Berikutnya, setelah ujian kompetensi dan ujian psikotes adalah ujian fisik dan kesehatan. Langkah pertama untuk ujian kesehatan dan fisik ini adalah dengan melakukan ujian medis. Hal ini bertujuan untuk mengetahui, apakah calon karyawan memiliki riwayat penyakit atau tidak.

Bukankah sebuah perusahaan selalu menginginkan karyawan-karyawan yang sehat, baik fisik dan batin? Nah, untuk ujian fisik kita bisa mengujinya dengan mengangkat beban, lari dengan jarak tertentu dan lain sebagainya.

6. Telusuri Latar Belakang Calon Karyawan

Di zaman yang serba digital ini, menelusuri jejak-jejak latar belakang calon karyawan sungguh mudah. Ini berguna untuk melihat. Apakah calon karyawan ini pernah melakukan kejahatan atau tidak.

Nah, kita bisa menelusuri jejaknya dengan mencari namanya di halaman Google atau di sosmed-sosmed milihnya. Seperti Facebook, Twitter atau bahkan Instagram. Dengan begitu, kita bisa tahu dia berasal darimana, asal sekolahnya dimana dan lain sebagainya.

Lihat juga: Peluang Bisnis Bahan Matrial

7. Lihat Contoh Pekerjaannya

Terakhir, kamu bisa mengetesnya dengan melihat contoh pekerjaannya. Contohnya, jika dia seorang ahli statistika, kamu bisa mengujinya dengan memberikan pekerjaan melalui program-pogram aplikasi yang pernah dia kerjakan. Atau jika dia seorang programmer, kamu bisa memintanya untuk menunjukkan aplikasi yang pernah dibuat.

Nah, itulah beberapa memilih karyawan secara efektif dan efisien. Memilih karyawan memang bukan pekerjaan mudah. Maka dari itu, harus hati-hati. Semoga beberapa cara ini bisa membantu, ya!

BERI KOMENTAR