Review Black Mirror: An Entire History of You—Digitalisasi Ingatan Pada Tingkat Paling Ekstrem

An Entire History of You telling about memories. But before you read more, you should know this article contains some little bit spoilers.

Ceroboh.com – Episode 3 sekaligus penutup Black Mirror season 1 ini bercerita tentang sepasang suami istri bernama Liam dan Fion. Dalam cerita tersebut ,Liam—sang suami, curiga kalau Fion—sang  istri, telah berselingkuh dengan Jonas—mantan kekasihnya dulu. Nah, mereka ini hidup di masa depan di mana sebuah teknologi canggih berupa implan kecil yang ditanamkan di belakang telinga dan diberi nama “grain” telah berhasil diciptakan.

Grain memiliki kemampuan merekam segala hal yang dilihat dan ataupun yang didengar tanpa kecuali. Nantinya rekaman-rekaman hasil dari yang dilihat dan didengar oleh seseorang bisa diputar berulang-ulang. Bisa di-pause, bisa putar lagi, bisa di-pause lagi bahkan bisa di-zoom.

Yang menyenangkan (sebut saja sisi positif) dari teknologi grain ini, ia bisa digunakan dalam kelolosan verifikasi ketika pemeriksaan di bandara, sebagai pengingat ketika hampir lupa teman-teman kita. Dan kerennya, ketika meet-up bareng teman-teman dan berbagi cerita bahagia dalam bingai kenangan-kenangan, grain mampu menunjukkan bukti rekaman cerita-cerita tersebut dengan memutar ulang dan ditunjukkan di layar pemutar yang tersedia di depan mereka. Intinya teknologi grain memudahkan seseorang mengingat apa-apa yang sempat terlupakan. Jadinya, seseorang nggak akan pernah lupa dengan segala hal yang telah dilewati di masa lalu. Pokoknya seru banget, deh!

Tapi, apa yang mungkin terjadi kalau seseorang salah dalam memanfaatkannya?

Di cerita inilah masalah itu terjadi. Suatu hari, Liam pulang dari kerja. Lalu ketika sampai ke rumah, Liam mendapati Fion lagi meet-up dan reuni bareng temen-temennya. Mereka bercanda dan berbagi cerita bersama, makan bersama. Ketika Liam join di acara meet-up Fion tersebut, Liam mendapatI kecurigaan tentang perselingkuhan antara Fion dan Jonas, salah satu teman cowoknya—yang  notabene-nya cowok ini tuh mantan kekasih Fion dulu.

Fion mencoba tenang dan meyakinkan Liam bahwa antara dia dan Jonas benar-benar tidak pernah ada lagi hubungan spesial. Tapi, tentu saja Liam dengan sikap cemburunya itu tidak menaruh percaya semudah itu. Kecurigaan Liam masih berlanjut. Liam terus menelusuri bukti-bukti atas kecurigaan terhadap Fion dengan Jonas, bahkan Liam pergi ke rumah Jonas, memberi peringatan kepada Jonas untuk menjauhi Fion. Sampai harus bertindak kasar dan memaksa Jonas memutar ulang rekaman-rekaman yang ada Fion di dalamnya.

Baca juga: Review Black Mirror Season 1 Episode 2

Liam juga memutar ulang, mem-pause serta men-zoom, rekaman-rekaman miliknya sendiri untuk mencari bukti-bukti kecurigaannya. Liam terus menerus mendesak Fion untuk mengakui bahwa sebenarnya Fion masih ada hubungan spesial dengan mantan kekasihnya itu, pula dengan memaksa untuk memutar segala rekaman milik Fion. Puncaknya, terjadilah sebuah pertengkaran besar di antara keduanya.  Singkatnya, Liam lalu mencabut teknologi grain tersebut dari belakang telinganya hingga dia meninggal. Dan selesai.

Well. Sebenarnya ini sudah tercermin dalam kehidupan sehari-hari kita. Perbedaannya jika teknologi masa depan bernama grain tersebut mampu merekam apapun yang kita lihat dan kita dengar lalu bisa diputar ulang, di-pause dan di-zoom—bahkan ditonton bareng-bareng dalam sebuah layar, maka teknologi sekarang ada pada tulisan-tulisan, foto-foto, rekaman suara, juga video-video yang kita buat. Baik yang kita unggah di sosial media, maupun yang kita simpan di ponsel. Ketika suatu hari kita lupa, kita bisa dibantu dengan mengingat memori-memori, membuka-buka seluruh rekam jejak yang kita tapaki di masa lalu.

An Entire History of You
An Entire History of You

Kita tahu bukan? Segala hal yang kita posting dan unggah di internet seluruhnya akan meninggalkan jejak digital? Dan jejak tersebut bisa diakses kapan saja dari mana saja dan oleh siapa saja—tanpa batas ruang dan waktu. Kita di masa lalu yang terekam di internet sedikit banyak akan tercermin dalam jejak-jejak unggahan yang telah kita masukkan ke dalamnya. Dan kita juga tahu di zaman maraknya internet dan sosial media, terkadang orang-orang menilai kita dari apa-apa yang telah kita unggah di sosial media kita.

Lihat juga: Review Black Mirror Season 1 Episode 1

Memang. Seperti dalam penjelasan saya di atas, kecanggihan teknologi tentu bertujuan memudahkan dan sebisa mungkin menciptakan kepraktisan untuk manusia. Akan tetapi, dalam Black Mirror episode The Entire History of You ini, seperti tujuan awal Brooker membuat Black Mirror, ia lebih fokus pada akibat buruk yang terjadi apabila kita tidak berhati-hati dalam menggunakannya.

Nah. Alih-alih menciptakan kemudahan, justru kecanggihan teknologi menjadi senjata makan tuan bagi penggunanya sendiri dan malah melenyapkan esensi-esensi penting dalam kehidupan. Seperti dalam cerita Fion memutar ulang perkataan kasar yang terlontar dari mulut Liam berkali-kali, juga ketika Liam dan Fion diperlihatkan mereka bahwa meningkatkan gairah seks dengan cara memutar ulang rekaman-rekaman ketika mereka sedang melakukan hubungan seks.

Akibat paling buruk muncul ketika Liam berusaha keras mencari bukti atas kecurigaannya terhadap Fion dengan memutar lagi bagian-bagian yang mencurigakan yang telah ia tangkap dalam rekaman miliknya yang berhubungan dengan Fion dan Jonas, memaksa Fion memutar ulang segala rekamannya yang berhubungan dengan Jonas, Sampai sampai lLiam pergi ke rumah Jonas, memaksa Jonas untuk memutar rekaman miliknya dengan kasar.

Pada akhirnya? Liam terjebak dalam kubangan kesedihan berkepanjangan. Ia kemudian berpisah dengan Fion. Bahkan, di akhir adegan, Liam menyesali teknologi tersebut lalu mencabut paksa dari belakang telinganya sampai ia meninggal.

Tragis, ya.

Lainnya: Review Serial Black Mirror Secara Garis Besar

BERI KOMENTAR