Review Black Mirror: White Bear—Kita Tidak Sadar Telah Dimanfaatkan Oleh Para Influencer

The real White Bear is all of us. But before you read more, you should know this article contains some little bit spoilers.

Review Black Mirror White Bear

Ceroboh.com – Dalam postingan awal tentang gambaran secara umum apa itu serial Black Mirror, saya sempat menceritakan sekilas episode berjudul White Bear ini. Bahwa sebenar-benar White Bear adalah diri kita sendiri. Kok bisa? Ya bisa dong!

Simak baik-baik.

Adegan awal White Bear dimulai dengan seorang perempuan muda bernama Victoria Skillane (diperankan Lenora Crichlow). Yang sejak awal dia sadar dari pingsannya, ia telah berada dalam sebuah rumah yang teramat asing baginya—dalam keadaan terduduk. Tepat di depan ia duduk, ada layar televisi yang memperlihatkan sebuah “sign logo” dengan bentuk yang aneh.

Dia semakin bingung karena setelah dia memutuskan untuk keluar dari rumah asing itu, dia tiba-tiba melihat ada manusia-manusia bertopeng yang memburunya.

Lalu masyarakat sekitar yang memandangnya, alih-alih mencoba menolong, orang-orang tersebut justru asyik menonton Victoria. Sambil dengan santainya merekam Victoria yang kebingungan karena diburu orang bertopeng itu. Yang membuatnya semakin kebingungan, dia bahkan tidak tahu siapa dirinya.

Tentu saja ada nggak beres dengan itu semua.

Victoria mencoba kabur ke arah yang mungkin bisa ia jangkau. Tapi tetap saja bisa ditemukan oleh manusia bertopeng. Beruntungnya, ia bertemu dengan dua orang yang juga diburu oleh manusia bertopeng dan mencoba menjelaskan kepada Victoria. Bahwa logo aneh yang ia lihat di layar televisi saat pertama kali ia tersadar, bersumber dari sebuah menara pemancar sinyal bernama White Bear.

Kata Jem—nama perempuan yang mencoba memberikan penjelasan tersebut, pemancar sinyal White Bear telah berhasil memengaruhi orang-orang sehingga menjadikan mereka tidak peka, tidak bisa mendengar, hanya bisa merekam dan menonton dari jarak jauh.

Nah, rekaman dari orang-orang tersebut digunakan untuk memudahkan pencarian bagi manusia bertopeng dalam memburu manusia yang tak terpengaruh seperti Jem dan Victoria.

Lalu adegan selanjutnya? Jem mengajak Victoria kabur dari sana, menghindari manusia bertopeng, menuju ke pemancar White Bear untuk menonaktifkan pemancar tersebut. Dengan penuh perjuangan, sampailah Victoria di Pemancar White Bear.

Tapi sayangnya, ia tidak berhasil menghancurkan sinyal tersebut. Justru ketika ia hampir berhasil membunuh salah satu manusia bertopeng di dalam ruang kendali pemancar, tembok yang ada di belakangnya tiba-tiba terbuka.

Ia tiba-tiba saja berada di panggung dengan banyak sekali penonton yang bersorak sorai di depannya, juga ada MC yang—sepertinya membawakan acara tersebut.

Victoria kaget bukan kepalang. Tanpa ampun, beberapa orang menyeretnya untuk duduk di atas kursi dan dihakimi. MC menjelaskan bahwa Victoria ini adalah seorang tersangka atas asus pembunuhan anak kecil yang ia culik dan ia bunuh dengan cara sadis—yaitu dengan dibakar.

Ceritanya Victoria bersama dengan pacarnya, dulu pernah melakukan aksi penculikan terhadap seorang anak kecil, membunuh anak tersebut lalu dibakar sembari direkam dalam sebuah video. Karena setelah kejadian itu pacarnya bunuh diri, jadi Victorialah yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan cara dihukum.

Dan hukumannya tidak tanggung-tanggung. Yaitu menjalani hukuman melalui prosesi White Bear. Awalnya dari panggung tersebut setelah diberi tahu bahwa dia merupakan tersangka atas pembunuhan anak kecil secara sadis, dia kemudian diarak di jalanan menggunakan mobil kapsul dengan dilempari orang-orang apa saja yang ingin dilempar.

Setelah itu, dia dibawa lagi ke rumah asing tempat awal dia terbangun dari pingsannya tadi, dihilangkan ingatan-ingatannya. Lalu ketika terbangun, dia akan menjalani proses dari awal tadi. Mulai dari dikejar manusia bertopeng, diikat di kursi di atas panggung dengan ditonton banyak orang, hingga balik lagi ke rumah asing itu.

Dan ternyata hal tersebut dilaksanakan di sebuah taman bernama White Bear Justice Park. Nah, para pengunjung taman tersebut dijadikan tambahan ketakutan Victoria yang harus diam dan hanya boleh merekam saja.

Apa kaitannya dengan kita adalah White Bear itu sendiri?

Coba perhatikan.

Ketika kita menonton parainfulencer di sosial media (dalam hal ini saya akan fokus ke tema Youtube). Secara tidak sadar kita dijadikan sebagai ladang emas bagi para influencer tersebut. Satu kali putar video mereka oleh kita sebagai partisipan, rupiah-rupiah akan menghujani mereka melalui fasilitas ‘monetisasi’ yang disediakan oleh internet (pihak pengiklan).

Mau konten mereka bermanfaat atau tidak, yang penting kontennya menghasilkan banyak ‘klik’ dan menarik untuk diputar. Dan tentu saja menghasilkan uang, dong!

Kita tidak sadar kita dilibatkan. Namun pada kenyataannya, kita hanya dimanfaatkan untuk kelancaran konten para influencer.

Sama seperti White Bear. Para pengunjung White Bear Justice Park secara tidak sadar dimanfaatkan para petugas taman tersebut dengan disuruh diam, tidak berbicara dan hanya boleh merekam Victoria. Mereka tidak sadar kalau mereka ini hanya dijadikan sebagai obyek kelancaran acara mereka dalam menghukum Victoria.

Gimana, Gaes? Sudah sadar sekarang? Hahaha.

BERI KOMENTAR