[Review Buku] Aroma Karsa Karya Dee; Bernuansa Jawa

Dee membuat saya mengerti bahwa memang benar, asmara tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya.

Review Buku Aroma Karsa
JudulAroma Karsa
PenulisDee Lestari
Tahun Terbit2018
Jumlah Halaman696
GenreNovel Fiksi

Pembuka Aroma Karsa

Ceroboh.com – Dee Lestari memang tak pernah main-main soal riset dan data tentang buku-buku yang ia tulis. Tentu, membaca novel-novel milik Ibu Suri ini tidak pernah tidak menambah edukasi dan ide-ide baru.

Dijamin tidak akan rugi membacanya, karena ilmu dan pengetahuan-pengetahuan banyak sekali terselip di antara rangkaian kalimat-kalimat yang disusun.

Ditambah cara dan teknik penceritaannya yang membuat para pembaca kencanduan untuk terus dan terus membalik lembar demi lembar bagian-bagiannya. Karena lembar sebelumnya, seolah itu adalah kunci dari lembar-lembar berikutnya.

Sinopsis Buku Aroma Karsa

Seperti Aroma Karsa ini. Sebuah novel fiksi yang sukses membuat saya mampu mendeskripsikan tentang bau dan aroma keseharian menjadi rangkaian kata-kata, hingga unsur-unsur aroma kimia yang sebelumnya belum pernah saya dengar bahkan menjadi lebih mudah untuk saya mengerti.

Faktanya, novel yang memiliki jumlah halaman sebanyak 696 halaman ini membawa saya melayang-layang ke dalam dimensi dunia imajinasi yang berbeda. Bagaimana tidak? Unsur-unsur astral, mitos dan misteri serta mitologi-mitologi ala jawa yang kental membuat saya merinding sekaligus penasaran.

Alhasil, meskipun memiliki kurang lebih hampir 700 halaman jadi sangat tidak terasa dibaca karena saking serunya. Bahkan, ketika buku baru setengah terbaca saja sukses membuat saya jatuh hati kepada salah satu tokoh utama bernama Jati Wesi.


Lihat juga:


Garis Besar Buku Aroma Karsa

Garis besarnya, Aroma Karsa bercerita tentang obsesi atas aroma. Berawal dari obsesi seorang Raras Prayagung, perempuan keturunan Jawa dari Keraton Yogyakarta terhadap tanaman Puspa Karsa yang awalnya dianggap dongeng belaka tetapi ternyata tanaman ini benar-benar ada.

Hal tersebut membuatnya mempertemukan Raras dengan seorang pemuda bernama Jati Wesi, si Hidung Tikus, anak yang tumbuh dan besar di daerah TPA Bantar Gebang. Sejak itu, Jati diminta oleh Raras untuk melakukan perjalanan besar atas parfum andalan perusahaan keluarga Prayagung bernama Puspa Ananta—yang sempat ditunda selama 26 tahun lamanya.

Jati kemudian dipertemukan dengan putri tunggal dari Raras bernama Suma yang juga memiliki kemampuan sama seperti Jati.

Keseruan kisah keduanya bermula dari Jati memiliki obsesi lebih untuk membaui detil bahan utama dari Puspa Ananta. Sebuah racikan parfum yang menjadi andalan Suma sekaligus andalan perusahaan Kemara, yang kemudian menyebabkan Suma merasa tersaingi oleh Jati.

Penutup

Terakhir, Dee membuat saya mengerti bahwa memang benar, asmara tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya. Terimakasih untuk nutrisi yang menyehatkan, Ibu Suri. Saya akan selalu menunggu karya-karya indah selanjutnya darimu! (*NM)

Baca juga: Review Buku Bumi Manusia

BERI KOMENTAR