Review Film: Iqro My Universe Perjuangan Aqila Menjadi Astronot

Yang paling menyedihkan, film Iqro My Universe memang sangat sepi peminat.

Ceroboh.com – Banyak yang tidak tertarik dengan film ini. Alasannya klasik. Tontonan anak kecil, monoton, membosankan dan segudang keluhan lain. Berbeda denganku, yang pertama kali lihat trailernya aja sudah jatuh cinta dan ngebet banget ingin segera menonton. Meskipun aku juga tahu sih, jalan ceritanya seperti apa. Ending-nya pun mudah ditebak. 

Ketika ada salah satu postingan yang menawarkan nobar sekaligus wakaf untuk yatim dan dhuafa, tanpa pikir panjang lagi, aku langsung tanya-tanya. Chat ke Contact Person-nya. Karena aku orangnya sedikit penakut kalau disuruh nonton sendiri. Akhirnya aku ngajak teman yang mau nobar. 

“Alhamdulillah akhirnya ada yang mau nemenin juga,” gumamku dalam hati setelah beberapa teman lain menolak dengan alasan sibuk. It’s okay, no problem. 

Minggu, 28 Juli 2019 di Ujung Berung Town Square (Ubertos) pukul sepulug bioskop masih tutup. Yang paling menyedihkan, film Iqro My Universe memang sangat sepi peminat. Mungkin saja kalau gak ada nobar dari gentara, hari itu juga ditutup untuk penayangan. Tetapi aku beruntung masih diberi kesempatan untuk nonton. 

Well. Film Iqro My Universe menceritakan tentang mimpi seorang gadis belia bernama Aqila. Ia sangat ingin menjadi seorang astronot dan menjadi salah satu makhluk yang tinggal di planet lain. Keinginan Aqila bukan tanpa alasan. Karena kakeknya sendiri seorang astronom yang paling berdedikasi tinggi. Aqila sering menemui kakeknya di museum penelitian luar angkasa. Dari sanalah, Aqila tertarik mempelajari benda-benda langit, ilmu pengetahuan tentang atmosfer bumi, ilmu astronom dan lain sebagainya—yang berhubungan dengan astronot. 

Pada suatu ketika, Aqila tertarik dengan sebuah event dari LAPAN tentang membuat vlog berupa pertemuan dengan para astronot dunia. Jelas, itu sebuah kesempatan emas untuk Aqila karena hadiahnya berupa kunjungan ke Antariksa, tempat pelatihan menjadi astronot. Aqila sangat optimis karena punya kakek seorang Astronom yang hebat.Namun, semua itu membuat Aqila down, hilang semangat. Karena kakeknya tiba-tiba ada kerjaan ke Inggris dalam waktu lama. 

Di tengah kegalauan, Kak Raudhah, kakak Aqila memberikan paket buku untuk Aqila. Buku itu tentang biografi seorang astronot wanita di Indonesia. Selain kakeknya, hanya Kak Raudhah yang mengerti dan mendukung penuh cita-cita Aqila.

Aqila mengunjungi acara bedah buku Bu Tsurayya. Seorang astronot wanita di Indonesia. Saat semuanya antri meminta tanda tangan Bu Tsurayya, Aqila sering berkata “Bu, saya mau jadi astronot. Bolehkah saya mewawancarai Ibu?” Permohonan Aqila terabaikan karena terdesak peserta lain yang juga meminta tanda tangan Bu Tsurayya. 

Pantang menyerah, Aqila pun mendatangi lab planetarium, tempat Bu Tsurayya melakukan penelitian. 

Sebelum membuat vlog untuk lomba, Aqila harus mengerjakan serangkaian tes. Mulai dari menguasai fisika, kimia, geografi dan satu syarat lain yaitu harus membawa bunga krisan. Aqila berhasil melewati tes dan juga berhasil mendapatkan bunga krisan berkat bantuan Fauzi. 

Pembuatan vlog pun dimulai. Setiap hari Aqila mengunjungi tempat Bu Tsurayya untuk proses syuting. Karena kegiatan itu, Aqila sering tidak fokus belajar di sekolah. Jarang mengerjakan tugas sekolah. Sikap buruk Aqila menuai protes para guru, bahkan kepala sekolah sampai memanggil Ibunya Aqila agar lebih dibimbing dan juga dinasihati dalam pelajaran sekolah. Aqila tidak menggubris nasihat Ibunya. Aqila secara sembunyi-sembunyi tetap pergi ke tempat Bu Tsurayya. 

Impian itu harus terukur!

Kenapa Aqila berambisi ingin menjadi seorang astronot? Karena dia yakin dia mampu mencapai ambisi tersebut. Sebab kakeknyajuga seorang astronom hebat. Lalu bagaimana mungkin sebuah cita-cita akan tercapai tanpa usaha? Sebuah keyakinan, niat dan tekad tidak akan berimbang tanpa adanya usaha.

Jangan berpikir, orang yang kerjanya di kantor, tiap hari berhadapan dengan komputer merupakan pekerjaan yang menyenangkan dan tidak ada beban. Karena sekalipun pekerjaannya diam dan tanda tangan berkas, semuanya mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kembali ke film Iqro. Aqila mempunyai kakek yang mendukung penuh keinginan Aqila. Namun tetap saja. Aqila harus berusaha dan bekerja keras untuk mencapai impiannya. Jika saja banyak orang yang berpikir positif dan menonton film bukan karena rating atau jumlah penonton terbanyak, patutlah kita tengok juga ada karya anak bangsa yang meminta perhatian kita. Sudah selayaknya kita hargai dan apresiasi.

“Apaan film Iqro gak seru, gak ada konflik, gak ada adegan yang bikin baper. Semuanya flat.”

Segelintir orang pasti ada yang berpikir seperti itu. Namun, bisakah kita ambil hikmah dari setiap adegannya? Kenapa film ini aman ditonton anak-anak bahkan balita sekali pun? Karena memang aman. Tidak ada adegan yang membuat penonton tutup mata, menghindari adegan tersebut.

Suasana film ituscene-nya diambil saat Bulan Ramadan. sangat syahdu diiringi salawat, lantunan ayat Ar-Rahman yang disenandungkan oleh Fauzi yang diperankan oleh Raihan Khan dan dipandu oleh ustadz muda yang diperankan oleh Muzzammil Hasballah.

Benar. Di film Iqro ini tidak ada konflik. Hanya sebatas ambisi dan iri pada teman karena prestasi. Ya, menurutku sih wajar, dengan begitu kita terus bersemangat untuk melakukan hal lebih baik lagi. Karena pada akhirnya, semua itu berakhir dengan persahabatan. Ah, masih belum move-on dengan filmnya Apalagi soundtrack filmnya yang bikin adem Salam dari

Aqila, kapan mau nonton Iqro My Universe?

BERI KOMENTAR